Minggu, 27 Januari 2013

Sejarah Singkat PUIL




Peraturan instalasi listrik yang pertama kali digunakan sebagai pedoman beberapa instansi yang berkaitan dengan instalasi listrik adalah AVE (Algemene Voorschriften voor Electrische Sterkstroom Instalaties) yang diterbitkan sebagai Norma N 2004 oleh Dewan Normalisasi Pemerintah Hindia Belanda. Kemudian AVE N 2004 ini diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dan diterbitkan pada tahun 1964 sebagai Norma Indonesia NI6 yang kemudian dikenal sebagai Peraturan Umum Instalasi Listrik disingkat PUIL 1964, yang merupakan penerbitan pertama dan PUIL 1977 dan PUIL 1987 adalah penerbitan PUIL yang kedua dan ketiga yang merupakan hasil penyempurnaan atau revisi dari PUIL sebelumnya, maka PUIL 2000 ini merupakan terbitan ke 4.

Jika dalam penerbitan PUIL 1964, 1977 dan 1987 nama buku ini adalah Peraturan Umum Instalasi Listrik, maka pada penerbitan sekarang tahun 2000, namanya menjadi Persyaratan Umum Instalasi Listrik dengan tetap mempertahankan singkatannya yang sama yaitu PUIL.

Penggantian dari kata “Peraturan” menjadi “Persyaratan” dianggap lebih tepat karena pada perkataan “peraturan” terkait pengertian adanya kewajiban untuk mematuhi ketentuannya dan sangsinya. Sebagaimana diketahui sejak AVE sampai dengan PUIL 1987 pengertian kewajiban mematuhi ketentuan dan sangsinya tidak diberlakukan sebab isinya selain mengandung hal-hal yang dapat dijadikan peraturan juga mengandung rekomendasi ataupun ketentuan atau persyaratan teknis yang dapat dijadikan pedoman dalam pelaksanaan pekerjaan instalasi listrik.

Sejak dilakukannya penyempurnaan PUIL 1964, publikasi atau terbitan standar IEC (International Electrotechnical Commission) khususnya IEC 60364 menjadi salah satu acuan utama disamping standar internasional lainnya. Juga dalam terbitan PUIL 2000, usaha untuk lebih mengacu IEC ke dalam PUIL terus dilakukan, walaupun demikian dari segi kemanfaatan atau kesesuaian dengan keadaan di Indonesia beberapa ketentuan mengacu pada standar dari NEC (National Electric Code), VDE (Verband Deutscher Elektrotechniker) dan SAA (Standards Association Australia).

PUIL 2000 merupakan hasil revisi dari PUIL 1987, yang dilaksanakan oleh Panitia Revisi PUIL 1987 yang ditetapkan oleh Menteri Pertambangan dan Energi dalam Surat Keputusan Menteri No:24-12/40/600.3/1999, tertanggal 30 April 1999 dan No:51-12/40/600.3/1999, tertanggal 20 Agustus 1999. Anggota Panitia Revisi PUIL tersebut terdiri dari wakil dari berbagai Departemen seperti DEPTAMBEN, DEPKES, DEPNAKER, DEPERINDAG, BSN, PT PLN, PT Pertamina, YUPTL, APPI, AKLI, INKINDO, APKABEL, APITINDO, MKI, HAEI, Perguruan Tinggi ITB, ITI, ISTN, UNTAG, STTY-PLN, PT Schneider Indonesia dan pihak pihak lain yang terkait.

Bagian 1 dan Bagian 2 tentang Pendahuluan dan Persyaratan dasar merupakan padanan dari IEC 364-1 Part 1 dan Part 2 tentang Scope, Object Fundamental Principles and Definitions.

Bagian 3 tentang Proteksi untuk keselamatan banyak mengacu pada IEC 60364 Part 4 tentang Protection for safety. Bahkan istilah yang berkaitan dengan tindakan proteksi seperti SELV yang bahasa Indonesianya adalah tegangan extra rendah pengaman digunakan sebagai istilah baku, demikian pula istilah PELV dan FELV. PELV adalah istilah SELV yang dibumikan sedangkan FELV adalah sama dengan tegangan extra rendah fungsional. Sistem kode untuk menunjukan tingkat proteksi yang diberikan oleh selungkup dari sentuh langsung ke bagian yang berbahaya, seluruhnya diambil dari IEC dengan kode IP (International Protection). Demikian pula halnya dengan pengkodean jenis sistem pembumian. Kode TN mengganti kode PNP dalam PUIL 1987, demikian juga kode TT untuk kode PP dan kode IT untuk kode HP.

Bagian 4 tentang Perancangan instalasi listrik, dalam IEC 60364 Part 3 yaitu Assessment of General Characteristics, tetapi isinya banyak mengutip dari SAA Wiring Rules dalam section General Arrangement tentang perhitungan kebutuhan maksimum dan penentuan jumlah titik sambung pada sirkit akhir.

Bagian 5 tentang Perlengkapan Listrik mengacu pada IEC 60364 Part 5: Selection and erection of electrical equipment dan standar NEC.

Bagian 6 tentang Perlengkapan hubung bagi dan kendali (PHB) serta komponennya merupakan pengembangan Bab 6 PUIL 1987 dengan ditambah unsur unsur dari NEC.

Bagian 7 tentang Penghantar dan pemasangannya tidak banyak berubah dari Bab 7 PUIL 1987. Perubahan yang ada mengacu pada IEC misalnya cara penulisan kelas tegangan dari penghantar. Ketentuan dalam Bagian 7 ini banyak mengutip dari standar VDE. Dan hal hal yang berkaitan dengan tegangan tinggi dihapus.

Bagian 8 tentang Ketentuan untuk berbagai ruang dan instalasi khusus merupakan pengembangan dari Bab 8 PUIL 1987. Dalam PUIL 2000 dimasukkan pula klarifikasi zona yang diambil dari IEC, yang berpengaruh pada pemilihan dari perlengkapan listrik dan cara pemasangannya di berbagai ruang khusus. Ketentuan dalam Bagian 8 ini merupakan bagian dari IEC 60364 Part 7, Requirements for special installations or locations.

Bagian 9 meliputi Pengusahaan instalasi listrik. Pengusahaan dimaksudkan sebagai perancangan, pembangunan, pemasangan, pelayanan, pemeliharaan, pemeriksaan dan pengujian instalasi listrik serta proteksinya. Di IEC 60364, pemeriksaan dan pengujian awal instalasi listrik dibahas dalam Part 6: Verification. PUIL 2000 berlaku untuk instalasi listrik dalam bangunan dan sekitarnya untuk tegangan rendah sampai 1000 V a.b dan 1500 V a.s, dan gardu transformator distribusi tegangan menengah sampai dengan 35 kV. Ketentuan tentang transformator distribusi tegangan menengah mengacu dari NEC 1999.

Pembagian dalam sembilan bagian dengan judulnya pada dasarnya sama dengan bagian yang sama pada PUIL 1987. PUIL 2000 tidak menyebut pembagiannya dalam Pasal, Subpasal, Ayat atau Subayat. Pembedaan tingkatnya dapat dilihat dari sistim penomorannya dengan digit. Contohnya Bagian 4, dibagi dalam 4.1; 4.2; dan seterusnya, sedangkan 4.2 dibagi dalam 4.2.1 sampai dengan 4.2.9 dibagi lagi dalam 4.2.9.1 sampai dengan 4.2.9.4. Jadi untuk menunjuk kepada suatu ketentuan, cukup dengan menuliskan nomor dengan jumlah digitnya.

Seperti halnya pada PUIL 1987, PUIL 2000 dilengkapi pula dengan indeks dan lampiran lampiran lainnya pada akhir buku. Lampiran mengenai pertolongan pertama pada korban kejut listrik yang dilakukan dengan pemberian pernapasan bantuan, diambilkan dari standar SAA, berbeda dengan PUIL 1987.

Untuk menampung perkembangan di bidang instalasi listrik misalnya karena adanya ketentuan baru dalam IEC yang dipandang penting untuk dimasukkan dalam PUIL, atau karena adanya saran, tanggapan dari masyarakat pengguna PUIL, maka dikandung maksud bila dipandang perlu akan menerbitkan amandemen pada PUIL 2000. Untuk menangani hal hal tersebut telah dibentuk Panitia Tetap PUIL. Panitia Tetap PUIL dapat diminta pendapatnya jika terdapat ketidakjelasan dalam memahami dan menerapkan ketentuan PUIL 2000. Untuk itu permintaan penjelasan dapat ditujukan kepada Panitia Tetap PUIL.

PUIL 2000 ini diharapkan dapat memenuhi keperluan pada ahli dan teknisi dalam melaksanakan tugasnya sebagai perancang, pelaksana, pemilik instalasi listrik dan para inspektor instalasi listrik. Meskipun telah diusahakan sebaik-baiknya, panitia revisi merasa bahwa dalam persyaratan ini mungkin masih terdapat kekurangannya. Tanggapan dan saran untuk perbaikan persyaratan ini sangat diharapkan.

PUIL 2000 ini tidak mungkin terwujud tanpa kerja keras dari seluruh anggota Panitia Revisi PUIL 1987, dan pihak pihak terkait lainnya yang telah memberikan berbagai macam bantuan baik dalam bentuk tenaga, pikiran, sarana maupaun dana sehingga PUIL 2000 dapat diterbitkan dalam bentuknya yang sekarang. Atas segala bantuan tersebut Panitia Revisi PUIL mengucapkan terima kasih sebesar besarnya.


Sejarah Singkat PUIL

Motor Induksi



Motor induksi merupakan motor arus bolak-balik yang sering digunakan didalam industri, tetapi sudah dapat digunakan didalam rumah tangga. Konstruksinya pun lebih mudah motor induksi dibandingkan mesin DC. Kecepatan dan torsi pun lebih mudah untuk diatur untuk motor induksi. Motor induksi terdiri dari kumparan rotor dan stator
clip_image002
ROTOR
Hampir semua motor elektrik menggunakan perputaran medan magnet untuk memutar rotornya. Oleh sebab itu rotor dibedakan menjadi 2, yaitu :
1. Rotor sangkar (squirrel cage)
Motor induksi rotor sangkar mempunyai rotor dengan kumparan yang terdiri atas beberapa konduktor yang disusun menyerupai sangkar tupai,
Untuk rotor sangkar terjadi slip. Slip adalah terjadinya perbedaan kecepatan antara rotor dan stator. Hal ini dikarenakan adanya gesekan antara rotor dan stator dan juga medan magnet putar yang terjadi. Slip motor induksi berbeda dengan motor serempak. Dimasa Slip motor serempak adalah 0.
clip_image002[5]
S = slip
ω = rad/sec
n = kecepatan (rpm)
Diakhir lilitan dihubung singkat dimana kumparan satu dengan lainnya jadi satu.

2. Rotor belitan (wound rotor).
Rotor belitan terdiri dari tiga buah belitan yang tersusun dengan hubungan bintang (Y).
image
STATOR
Stator terdiri dari laminasi sedikit aluminium dengan besi padat yang nanti dibentu cekungan dan terdiri beberapa slot didalamnya. Kawat tembaga dililitkan melalui slot-slot tersebut
clip_image002[7]

Banyaknya kutup dalam motor induksi tergantung bagaimana lilitan itu dibentuk. Seperti 2 kutub, 4 kutub, dll. selain itu juga stator akan terhubung langsung dengan sumber listrik baik 1 fasa untuk motor induksi 1 fasa dan 3 fasa untuk motor induksi 3 fasa. berikut contoh belitanya :
clip_image002[9]
Kecepatan stator bukan berari stator yang berputar, tetapi medan magnet yang berputar, karena pengaruh dari sumbernya yang 3 fasa.
image
ns = kecepatan stator
f   = frekuensi
p  = jumlah kutub

http://ares-electricaleng.blogspot.com/2012/01/motor-induksi.html

DASAR - DASAR MOTOR INDUKSI 3 PHASA | PRINSIP KERJA MOTOR 3 FASA


DASAR - DASAR MOTOR INDUKSI 3 PHASA | PRINSIP KERJA MOTOR 3 FASA

Teori Dasar Motor Induksi Tiga Fasa. Motor induksi adalah suatu mesin listrik yang merubah energi listrik menjadi energi gerak dengan menggunakan gandengan medan listrik dan mempunyai slip antara medan stator dan medan rotor. Motor induksi merupakan motor yang paling banyak kita jumpai dalam industri.
Stator adalah bagian dari mesin yang tidak berputar dan terletak pada bagian luar. Dibuat dari besi bundar berlaminasi dan mempunyai alur – alur sebagai tempat meletakkan kumparan.
Rotor sangkar adalah bagian dari mesin yang berputar bebas dan letaknya bagian dalam. Terbuat dari besi laminasi yang mempunayi slot dengan batang alumunium / tembaga yang dihubungkan singkat pada ujungnya.
Rotor kumparan ( wound rotor ), Kumparan dihubungkan bintang dibagian dalam dan ujung yang lain dihubungkan dengan slipring ke tahanan luar. Kumparan dapat dikembangkan menjadi pengaturan kecepatan putaran motor. Pada kerja normal slipring hubung singkat secara otomatis, sehingga rotor bekerja seperti rotor sangkar.
Keuntungan motor tiga phasa :
Konstruksi sangat kuat dan sederhana terutama bila motor dengan rotor sangkar.
Harganya relatif murah dan kehandalannya tinggi.
Effesiensi relatif tinggi pada keadaan normal, tidak ada sikat sehingga rugi gesekan kecil.
Biaya pemeliharaan rendah karena pemeliharaan motor hampir tidak diperlukan.
Kerugian Penggunaan Motor Induksi
Kecepatan tidak mudah dikontrol
Power faktor rendah pada beban ringan
Arus start biasanya 5 sampai 7 kali dari arus nominal
Prinsip kerja Motor 3 Phasa
Bila sumber tegangan tiga phasa dipasang pada kumparan stator, maka pada kumparan stator akan timbul medan putar dengan kecepatan, ns = 120f/P , ns = kecepatan sinkron, f  = frekuensi sumber, p  = jumlah kutup
Medan putar stator akan memotong konduktor yang terdapat pada sisi rotor, akibatnya pada kumparan rotor akan timbul tegangan induksi ( ggl ) sebesa E2s = 44,4fnØ . Keterangan : E = tegangan induksi ggl, f = frekkuensi, N = banyak lilitan, Q = fluks
Karena kumparan rotor merupakan kumparan rangkaian tertutup, maka tegangan induksi akan menghasilkan arus ( I ).
Adanya arus dalam medan magnet akan menimbulkan gaya ( F ) pada rotor.
Bila torsi awal yang dihasilkan oleh gaya F pada rotor cukup besar untuk memikul torsi beban, maka rotor akan berputar searah dengan arah medan putar stator.
Untuk membangkitkan tegangan induksi E2s agar tetap ada, maka diperlukan adanya perbedaan relatif antara kecepatan medan putar stator (ns) dengan kecepatan putar rotor (nr).
Perbedaan antara kecepatan nr dengan ns disebut dengan slip ( S ) yang dinyatakan dengan Persamaan S = ns-nr/ns (100%)
Jika ns = nr tegangan akan terinduksi dan arus tidak mengalir pada rotor, dengan demikian tidak ada torsi yang dapat dihasilkan. Torsi suatu motor akan timbul apabila ns > nr.
Dilihat dari cara kerjanya motor tiga phasa disebut juga dengan motor tak serempak atau asinkron.


http://elektronikatea.blogspot.com/2011/03/dasar-dasar-motor-induksi-3-phasa.html

PANEL KONTROL LISTRIK



Selain pelatihan PLC, kami juga memberikan pelatihan kelistrikan lainnya, salah satunya yang pelatihan Panel Kontrol Listrik.
Rangkaian kontrol dalam kontrol ini berisikan peralatan-peralatan listrik seperti relay, kontaktor, MCB, TOLR, dan lainnya yang digunakan untuk mengontrol suatu proses kendali mesin. Selain itu, peserta pelatihan akan diberikan juga materi tentang motor listrik.

Seperti yang diketahui, bahwa motor listrik merupakan alat yang merubah tenaga listrik menjadi energy putar. Energy putar inilah yang digunakan sebagai penggerak mekanik di suatu pergerakan. Motor ini merupakan ‘jantung’ dari sistem pergerakan mekanik di suatu mesin. Kenapa di katakana ‘jantung’ ? Karena sistem pneumatic dan hidraulik yang banyak digunakan untuk melakukan proses mekanik memerlukan suatu power untuk melakukan proses tersebut. Misalnya pneumatic, memerlukan motor listrik yang digunakan untuk menggerakan pompa compressor yang digunakan untuk menghasilkan sumber tekanan angin, sistem hidraulik memerlukan motor hidraulik yang digunakan untuk menghasilkan pressure/ tekanan hidraulik.
Maka dari itu perlu penguasaan Sistem kontrol motor listrik agar motor listrik tersebut dapat beroperasi dengan baik dan normal.

Materi pelatihan yang diberikan adalah sebagai berikut 
  • Pengetahuan panel kontrol listrik 
  • Rangkaian Panel kontrol listrik yang digunakan untuk mengoperasikan suatu mesin 
  • Pengetahuan motor listrik 
  • Konsep dan alasan metode starter motor listrik / metode sistem kontrol listrik
  • metode operasi starter. 
  • Diagram wiring starter motor. 
  • Menghubungkan strater dan stop-start. 
  • Trouble shotting starter motor. 
Yang utama dalam pelatihan ini adalah peserta pelatihan akan mampu dalam membuat dan memperbaiki rangkaian kontrol listrik terhadap suatu mesin dengan menggunakan relay-relai magnetik dan rangkaian kontrol suatu motor listrik. Rangkaian kontrol yang sering digunakan untuk mengontrol motor listrik tersebut diantaranya :
  • Rangkaian DOL ( Direct On Line ) 
  • Rangkain Motor yang dikendalikan dari 2 tempat 
  • Rangkaian Motor yang dikendalikan secara berurutan 
  • Rangkaian motor reverse forward Rangkaian star delta / bintang segitiga secara manual 

  • Rangkaian star delta / bintang segitiga secara otomatis 
  • Rangkain pengendali motor 2 kecepatan 
  • Rangkaian pengendali motor 2 kecepatan yang di start dengan rangkain star delta. 
Para peserta pelatihan akan diberikan teori dan praktek secara langsung rangkaian kontrol motor listrik serta rangkaian untuk mengontrol suatu proses / mesin dengan menggunakan miniatur mesin yang terdapat di tempat pelatihan. Tujuan dari pelatihan ini para peserta akan mampu merencanakan, membuat, melakukan preventive, dan memperbaiki rangkaian kontrol pada suatu mesin ataupun yang mengontrol suatu motor listrik.

MEMBALIK PUTARAN MOTOR LISTRIK 3 FASA MENGGUNAKAN PLC



PERCOBAAN IV



MEMBALIK PUTARAN MOTOR LISTRIK 3 FASA

A.      PERMASALAHAN
Membuat  rangkaian kerja berurutan Otomatis untuk motor listrik, dimana motor akan  bekerja dengan membalik arah putaran

B.       TUJUAN
Setelah selesai praktek peserta dapat:
1.    Membuat program PLC Omron CPM2A untuk aplikasi membalik putaran motor listrik 3 fasa.
2.    Merangkai rangkaian control PLC Omron CPM2A untuk membalik putaran motor listrik 3 fasa.

C.      LANDASAN TEORI
1.      Motor Induksi 3 Fasa
Motor   induksi   tiga   fasa   banyak   digunakan oleh   dunia   industri   karena memiliki beberapa keuntungan. Keuntungan yang dapat diperoleh dalam pengendalian motor motor induksi tiga fasa yaitu, struktur motor induksi tiga fasa lebih ringan (20%   hingga   40%)   dibandingkan motor arus searah (DC) untuk daya yang sama, harga satuan relatif lebih murah, dan perawatan motor induksi tiga fasa lebih hemat.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjl6D13VGOkBnjNJKIz10O8acT1ok3XynH674XovIffkUGG29UldffxqCcQoaxUuojW0thf_abxgLCbDtpg9iXgGwY2VUBuFZDsvQqT00GX_mibR9gp63k7xbZjoIVUoSVD5N-dby4PGYg/s320/7.jpg


Cara kerja motor listrik 3 fasa :
1.        Motor 3 fasa akan bekerja atau berputar apabila sudah dihubungkan dalam hubungan tertentu.
2.        Mendapat tegangan sesuai dengan kapasitas motornya.
3.        Motor bekerja pada hubung bintang / star.

Berarti motor harus di hubungkan baik secara langsung pada terminal maupun melalui rangkaian kontrol.

Pada hubungan bintang (Y, wye), ujung-ujung tiap fase dihubungkan menjadi satu dan menjadi titik netral atau titik bintang. Tegangan antara dua terminal dari tiga terminal a – b – c mempunyai besar magnitude dan beda fasa yang berbeda dengan tegangan tiap terminal terhadapa titik netral. Tegangan Va, Vb dan Vc disebut tegangan “fase” atau Vf.

Dengan adanya saluran/titik netral maka besaran tegangan fase dihitung terhadap saluran/titik netralnya, juga membentuk sistem tegangan 3 fase yang seimbang. Sedangkan untuk arus yang mengalir pada semua fase mempunyai nilai yang sama,

Cara lain kita memperlakukan atau menegndalikan motor-motor listrik sesuai dengan kebutuhan industry atau dalam bidang rekayasa adalah membuat rangkaian untuk mengendalikan agar motor listrik dapat dibalik putarannya (putaran maju dan putaran mundur). Membalik putaran motor listrik dapat ditemukan dalam sistem lift, pesawat angkat (crane), belt conveyor, escalator, dan sebagainya.

Timer juga dapat diterapkan dalam system pengendalian arah putaran motor listri 3 fasa. Hal  ini dilakukan untuk mengantisipasi agar tidak terjadi kerusakan pada lilitan motor sebagai akibat dari operasi mendadak dengan putaran dengan arah yang berlawanan. Hal ini lebih tepat dilakukan terutama jika motor listrik 3 fasa beroperasi dalam kapasitas tegangan dalam beban yang tinggi.

Dalam membalik putaran motor, operasi dari arah maju (forward) ke putaran mundur (reverse) tidak boleh dilakukan secara langsung atau mendadak tetapi harus ada selang waktu beberapa detik atau menit.

Motor 3 Fasa   Forward-Reverse
Pada saat Pb1 ditekan maka koil kontaktor K1M bekerja dan membuat motor berputar. Motor dapat berputar forward / maju terus sebab kontak K1M /14-13 menutup. Untuk membalik putaran motor dapat menekan Pb0 terlebih dahulu lalu tekan Pb2. Saat Pb2 ditekan maka koil kontaktor K2M bekerja dan memutar motor reverse/ mundur. Pengertian forward dan reverse harus menekan Pb0 terlebih dahulu dan tunggu hingga putaran motor berhenti lalu tekan tombol yang lain ini agar tidak ada pengereman mendadak pada motor.Pada saat over load trjadi kontak F2/97-98 menutup dan menyalakan L1 Emergency Switch (ES) dapat mematikan semua sirkit bila ada sesuatu yang tidak di inginkan.

D.      ALAT PERCOBAAN
1.      PLC 1 UNIT
2.      Komputer dan program PLC
3.      Kabel penghubung
4.      Power Supply
5.      Relay
6.      Motor AC 3 FASA

E.       RANCANGAN
1.         Logika Kerja

No
Kondisi
Out
1
Tombol Start ditekan (0.00)
·       Motor berputar maju (10.00)
·       Timer 00 bekerja
2
Setelah 50 detik timer 00 menghitung
·      Timer 01 bekerja
·      Motor (10.00) berhenti sejenak
3
Setelah 50 detik timer 01 menghitung
Timer 02 ON
4
Setelah 50 detik timer 02 menghitung
Motor (10.01) Berbalik arah putaran
5
Saat sakelar (0.02) ditekan
Motor mati


2.         Ladder Diagram

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj-r-Sy0puhnkqzZzrRKmFnnQBcc6aWXcpiJY1F6cheQQUItVOGGiETuHqY8K2B_yP08CLoK2c4KGXblTUdrNth51nP5_yhefqsjmeRkC5sysHfrU2iweqhPxDUaD5N-4s_5bbd21QRSpM/s320/1.jpg


3.      Diagram Pengawatan

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj0W0edAz6KX7g4XRrhCa2Qa3DbX2-Ixh3u6xI9wzSFviRhn1ZpBG1lnnULpX8qJMh7MPeiyvZubfwmQ7Td3-DQUVQ8Y27bVEKQ2u_HoW44zSWx5_jWasjmudCd4B3AXPGFfcx7D7awMac/s320/6.jpg


4.      Diagram Pengawatan Pada Trainer PLC Omron Type CPM2A

 https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgYAfhYjOMh4DQRlcyJtRVfQYWi8Bnd4sm8HnQxOgwh64mQyA5g6RYKoQl9UnjZ60ru_EQWlEagYSNBY6xhKprtVmYihwJKIFWyGyFq2CFYa1OsOMkI6STm8X-oa_E_sv5v3XpYfBEmy94/s320/3.jpg

F.       Langkah Kerja
1.      BUATLAH Diagram Ladder Diagram dengan menggunakan aplikasi CX-Programmer
2.      Rangkailah modul input/output internal dengan benar.
3.      Pada toolbar tekan icon work online
4.      Tekan icon program mode.
5.      Tekan transfer to PLC
6.      Tekan icon run mode  untuk menjalankan program.
7.      Lakukan langkah pada point G, dan catatlah hasilnya pada Kolom Output.


No
Kondis
Perubahan Yang Terjadi
1
Tombol Start ditekan (0.00)
Motor bekerja dan motor berputar maju lau timer 000 bekerja mulai menghitung
2
Setelah 50 detik Timer 000 menghitung
Timer 001 bekerja dan menghitung durasi waktu yang diberikan
3
Setelah 50 detik Timer 001 menghitung
Motor berhenti sejenak sesuai durasi waktu yang diberikan dan timer 002 bekerja mulai menghitung waktu yang ditentukan
4
Setelah 50 detik Timer 002 menghitung
Timer 002 bekerja dan motor pun bekerja berputar terbalik dari putaran semula maju menjadi mundur
5
Tombol Stop ditekan (0.01)
Motor berhenti


G.    PEMBAHASAN (TUGAS)
Gambar Rangkaian control dan rangkaian daya membalik arah putaran motor secara konvensional mengginakan TDR

1.      Gambar diagram Kontrol Membalik arah putaran motor secara konvensional

 https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj438QnCfzqkrUB4VAI9vp-EPYqxbv814-hvaYdxbMXDvps0jj3LEWAljFJWPSSKPYDDD3WKMDRZgTIwaEDv-ky3A9dXImGDxg9QzpPEpjeQFoqsAAIls2J5G5t_JdtloofbrrqW-6Xkqo/s320/4.jpg
2.      Gambar diagram Daya Membalik arah putaran motor secara konvensional

 https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgoJN1AIErtv-Oli23YEghMmjUQuqAxXFUyH7JqmZSWdM_z6GrW5ZHVU7JFKuSgB3i8F63Z33w7HG-X8iCbiSa38RVHOndOhtpiv5FG3fFOiuDCjrPKjaiFD_g-P0lhdwxWcR-jiqkxxRk/s1600/5.jpg
3.                        Prinsip Kerja
No
Kondis
Perubahan Yang Terjadi
1
Tombol Start ditekan (0.00)
Motor bekerja dan motor berputar maju lau timer 000 bekerja mulai menghitung
2
Setelah 50 detik Timer 000 menghitung
Timer 001 bekerja dan menghitung durasi waktu yang diberikan
3
Setelah 50 detik Timer 001 menghitung
Motor berhenti sejenak sesuai durasi waktu yang diberikan dan timer 002 bekerja mulai menghitung waktu yang ditentukan
4
Setelah 50 detik Timer 002 menghitung
Timer 002 bekerja dan motor pun bekerja berputar terbalik dari putaran semula maju menjadi mundur
5
Tombol Stop ditekan (0.01)
Motor berhenti


H.    KESIMPULAN
1.      Pada rangkain ini memiliki 3 buah timer yang akan bekerja secara berurutan sesuai dengan waktu yang diberikan.
2.      Motor akan bekerja membalik arah putaran sesuai waktu yang diberikan
3.      Motor akan berhenti sesuai waktu yang diberikan dan akan bekerja membalik arah putaran misalnya dari putaran maju menjadi putaran mundur.
4.      Terjadinya putaran bolak-balik disebapkan adanya salah satu fasa antara R S T bertukaw.
5.      Membalik arah putaran motor dapat dilakukan dengan menukar salah satu fasa antara Fasa R S T.

http://gordonnoazoromanurung.blogspot.com/2012/08/membalik-putaran-motor-listrik-3-fasa.html

Selasa, 22 Januari 2013

Web Browser


Pengertian web browser atau internet browser adalah sebuah aplikasi perangkat lunak untuk melintasi, mengambil, dan menyajikan sumber informasi di World Wide Web. Sumber informasi diidentifikasi dengan Uniform Resource Identifier (URI) termasuk sebuah halaman web, gambar, video, atau bagian lain dari konten web. Pengertian Web Browser dari Segi Fungsi Tujuan utama dari web browser adalah untuk membawa sumber informasi kepada pengguna. Proses ini dimulai ketika pengguna memasukan sebuah Uniform Resource Identifier (URI), misalnya, http:/smkgondang.wordpress.com ke dalam browser. Sumber yang telah diambil web browser akan ditampilkan. HTML ditampilkan ke mesin tata letak browser, dan akan diubah dari markup ke dokumen interaktif. Selain dari HTML, web browser umumnya bisa menampilkan setiap jenis konten yang menjadi bagian dari suatu halaman web. Kebanyakan browser dapat menampilkan gambar, audio, video, dan file XML, dan sering mempunyai plug-in untuk mendukung aplikasi Flash dan applet Java. Jika menemui tipe file yang ditetapkan untuk didownload, maka browser akan meminta pengguna untuk menyimpan file ke disk. Rincian Web Browser Memahami pengertian web browser harus juga memahami tentang rinciannya. Kita semua tahu apa itu web browser seperti yang terlihat, tapi ada baiknya untuk mengetahui rincian lengkap dari berbagai bagian browser web. Bagian-bagian dari browser termasuk :
  1. Status Bar. Ini adalah kotak di bagian bawah jendela browser Anda. Status bar menampilkan segala macam informasi, tergantung pada apa yang Anda lakukan pada saat itu. Sebagian besar untuk menunjukkan kecepatan beban dan URL dari alamat yang sedang ditunjuk oleh mouse.
  2. Address Bar. Ini adalah kotak di bagian atas jendela browser Anda yang menampilkan seluruh URL atau alamat situs web.
  3. Title Bar. Bar judul ada di bagian paling atas jendela browser Anda. Anda akan melihat judul halaman web di sana, misalnya, Anda akan melihat ” http://kkpismkgondang.wordpress.com/ ” ketika Anda membuka situs kkpismkgondang.wordpress.com
  4. Toolbar Ikon. Toolbar dan ikon perusahaan browser yang ada di bagian atas kanan jendela browser Anda, di bawah Title Bar. Di sinilah Anda akan melihat tombol Back, tombol Home, tombol Refresh, dll.
  5. Display Window. Jendela Display hanyalah istilah mewah untuk ruang kerja browser Anda. Ini berupa frame di mana Anda melihat halaman website.
  6. Scroll Bar. Jika ketika Anda membuka situs web dan Anda harus “scroll ke bawah” untuk membaca sesuatu, maka Anda telah menggunakan scroll bar.
Macam-Macam Web Browser Untuk memahami tentang pengertian web browser, berikut adalah beberapa web browser yang tersedia bagi Anda yang bisa didownload secara gratis.
  1. Microsoft Internet Explorer. Sebagian besar pengguna internet menggunakan Internet Explorer karena mudah digunakan dan sebagian besar situs web yang ditulis dengan Internet Explorer, yang berarti bahwa mereka lebih kompatibel.
  2. Opera. Opera merupakan browser populer yang mudah digunakan, namun memiliki beberapa masalah kompatibilitas dengan berbagai situs.
  3. Mozilla Firefox. Firefox adalah web browser yang cukup cepat dalam memperoleh pengguna. Ia berada di belakang Internet Explorer karena memiliki tabbed browsing, fitur keamanan superior, dan akses yang cepat.
  4. Google Chrome. Google Chrome adalah web browser yang dirancang untuk sistem Windows. Ia menawarkan desain minimal dan ‘teknologi canggih’, untuk membuat akses lebih cepat, aman, dan mudah.
  5. Mac Safari. Khusus untuk pengguna Mac, Safari adalah pilihan yang sangat baik untuk sebuah web browser. Safari berkemampuan akses cepat dan kompatibilitas yang baik.
Pada modul ini, kita akan membahas web browser dengan menggunakan Intemet Explorer.
Gambar 8 : Tampilan Intemet Explorer 1. Menjalankan Internet Explorer Internet Explorer adalah salah satu software web browser yang sangat terkenal dan banyak digunakan. Langkah-langkah untuk mengaktifkan atau memanggil lntemet Explorer adalah klik. Start -> All Programs -> Internet Explorer.
Gambar 9 : Posisi shortcut Internet Explorer pada menu All Programs. 2. Area Kerja Internet Explorer Seperti kebanyakan program aplikasi Windows, area kerja‘ Internet Explorer juga memiliki semua komponen jendela program aplikasi, namun perbedaan terdapat pada menu dan toolbar-nya. Perhatikan Gambar 10.
Garnbar 10 : Area kerja Intemet Explorer.
Keterangan gambar:
1. Tittle Window, adalah baris judul alamat internet yang terbuka dan selalu diikuti nama program Internet Explorer.
2. Menu, adalah baris yang berisi perintah-perintah untuk mengoperasikan Internet Explorer.
3. Links, adalah baris penghubung ke alamat internet secara cepat tanpa mengetikkan alamatnya terlebih dahulu, dapat ditambah atau dikurangi.
4. Address Bar, adalah kotak teks untuk mengisikan alamat internet yang ingin dikunjungi. Di ujung kanan kotak ini terdapat tombol Go yang digunakan untuk mulai proses pencarian alamat internet yang dituju.
5. Workspace, adalah area kerja yang menampilkan isi halaman dari alamat internet yang dituju.
6. Status Bar, adalah baris informasi status link alamat internet yang tampil atau terbuka dalam workspace. Alamat Internet dan Hyperlink Alamat Internet
  1. Alamat internet atau alamat sebuah web disebut juga URL (Uniform Resource Locator). Alamat internet ini biasanya terdiri atas 4 bagian, yaitu:
    1. Nama protocol (protocol adalah aturan-aturan atau standar yang membuat komputer dapat saling berbagi informasi).
    2. Lokasi dari situs, contohnya www (World Wide Web).
    3. Nama organisasi yang mengatur situs.
    4. Sebuah akhiran yang mengidentifikasikan jenis dari organisasi.
(Contohnya .com untuk sebuah organisasi komersial). Misalkan diketahui alamat intemet http://www.ditpsmk.net/, artinya: http : Web server ini menggunakan Hypertext Transfer Protocol. www : Lokasi situs ini berada dalam World Wide Web. ditpsmk: Web server ini berada di ditpsmk yang mengatur situsnya. net : Ini menunjukkan institusi tersebut bergerak dalam jaringan (network). Ketika alamat internet seperti http://www.ditpsmk.net! diketik ke dalam address bar dan mengklik Go atau menekan Enter, maka isi informasi institusi itu akan muncul dalam workspace pada web browser. Informasi yang muncul itulah yang sering disebut situs web (website).
  1. Hyperlink
Di dalam sebuah situs web, terlihat beberapa teks yang memiliki warna berbeda, bergaris bawah, atau berada di dalam kotak (tombol). Teks-teks inilah yang disebut hyperlink atau link. Jika bagian ini diklik, pengguna akan dibawa ke halaman web Iainnya. Kamu dapat mengetahui bahwa teks tersebut aktif (link) jika pointer mouse melewati teks tersebut, pointer itu berubah menjadi pointing finger.

Menyimpan Halaman Internet

1.   Download
Download adalah proses pengambilan informasi berupa file, data atau program yang disediakan oleh sebuah situs web dan menyimpannya ke dalam komputer. Tipe file hasil download biasanya berupa .pdf (dari aplikasi Acrobat Reader), .ppt (dari aplikasi PowerPoint), .doc (dari aplikasi Ms Word), .htm atau .html dari file HTML, dan lain sebagainya. Ada pula file-file hasil download berupa gambar yang mempunyai format data JPG, JPEG, TIFF, GIF, dan lain sebagainya. Secara Umum : Langkah-langkah men-download file dari internet:
  • Perhatikan terlebih dahulu link atau ikon dalam halaman web. Link itu akan mengarah pada file baik itu fille data maupun program.
  • Klik link atau ikon tersebut.
  • Selanjutnya akan muncul kotak dialog File Download. Klik tombol Save untuk mulai men-download.
  • Kotak dialog Save As akan muncul. Ketik nama tile yang diinginkan, lalu klik Save.
2.   Menyimpan File Halaman Web
Untuk menyimpan data di situs yang sedang terbuka bisa dilakukan dengan 3 cara :
  1. Simpan ke hard disk dengan meng-klik menu File, Save As (dan dipilih folder untuk penyimpanan) dan Save (dan anda bisa membukanya kembali di rumah/rental sesuai dengan aslinya). Ini bertujuan agar halaman web tersebut dapat dibuka kembali tanpa melakukan koneksi ke internet (work offline).
  1. Bila anda hanya membutuhkan text-nya saja dan imagenya nggak perlu (file yang dihasilkan dengan penyimpanan cara (1) sangat besar) maka anda bisa mengambil teksnya saja dengan cara : High light (sorot) text-nya copy (Ctrl+C) dan pastekan (Ctrl+V) di Ms Word.
  2. Bila anda seorang programmer komputer yang menginginkan program asli dari tampilan website tsb. Klik kanan teks tsb, akan muncul Menu Pop Up Buka kode html-nya dengan klik View Source Code Akan muncul pada NotePad, kemudian simpan filenya dengan : File , Save, Pada file name, ganti extension file txt dengan htm.
Menyetak Halaman Internet Halaman web dapat Iangsung dicetak dengan Iangkah sebagai berikut. > Pilih menu File pada menubar kemudian klik Print. > Setelah itu akan tampil kctak dialog Print seperti pada Gambar 11. > Pilih jenis printer yang akan digunakan pada Select Printer serta jumlah dan halaman yang akan dicetak pada Page Range. > Kemudian klik Print. Untuk mengantisipasi kesalahan cetak, lihat file hasil cetakan di Iayar terlebih dahulu sebelum Hle tersebut dicetak ke printer. Langkahnya-langkah adalah sebagai berikut. > Pilih menu File pada menubar > Kemudian klik Print Preview. > Setelah itu akan tampil hasil cetakan dalam Iayar yang ditampilkan per halaman. Apabila tampilan cetakan pada Iayar itu sesuai dengan harapan, klik tombol Print untuk mulai mencetak.

SUMBER :  kkpismkgondang.wordpress.com/materi-kelas-x/mengoperasikan-web-browser-operasi/

INTERNET

Internet

Internet (Interconnected Network) merupakan sekumpulan jaringan komputer yang menghubungkan berbagai macam situs di dunia. Internet menyediakan akses untuk layanan telekomunikasi dan sumber daya informasi untuk jutaan pemakainya yang tersebar di seluruh Indonesia bahkan seluruh dunia. Jaringan yang membentuk internet, bekerja berdasarkan suatu protokol standar yang digunakan untuk menghubungkan jaringan komputer dan mengamati laIu lintas dalam jaringan. Protokol ini mengatur format data yang diijinkan, penanganan kesalahan (error-handling), lalu lintas pesan, dan standar komunikasi lainnya. Protokol standar pada internet dikenal sebagai TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol). Protokol ini memiliki kemampuan untuk bekerja pada segala jenis komputer, tanpa terpengaruh oleh perbedaan perangkat keras maupun sistem operasi yang digunakan. Layanan internet memperlihatkan perkembangan yang sangat pesat, karena internet menawarkan beberapa daya tarik atau keunggulan dibandingkan media lain. Keunggulan tersebut, antara Iain : I. Komunikasi berbiaya murah. 2. Sumber informasi besar. 3. Tantangan baru untuk berusaha. 4. Keterbukaan (tanpa sensor). 5. Jangkauan yang tidak terbatas.
  • Keberadaan situs media online (berbasis media cetak maupun yang lainnya) mampu mengurangi biaya kertas dan biaya distribusi. Contoh media online:
• Koran masuk internet • Majalah, brosur, dan sebagainya
  • Internet sebagai media promosi, diantaranya:
• Image Company • Pengenalan dan pemesanan produk, • Registrasi klien, • Jadwal pengiriman, dan Iain-Iain.
  • Internet sebagai komunikasi interaktif.
  • Internet sebagai alat research and development.
  • Internet sebagai pertukaran data.

Sejarah Internet

Sebelum internet muncul, ARPAnet (US Defense Advanced Research Projects Agency) atau Departemen Pertahanan Amerika Serikat pada tahun 1969 membuat jaringan komputer yang tersebar untuk menghindarkan terjadinya informasi terpusat, yang apabila terjadi perang dapat mudah dihancurkan. Jadi bila satu bagian dari sambungan network terganggu oleh serangan musuh, jalur yang melalui sambungan itu secara otomatis dipindahkan ke sambungan lainnya. Setelah itu internet digunakan oleh kalangan akademis (UCLA) untuk keperluan penelitian dan pengembangan teknologi. Kemudian pemerintah Amerika Serikat memberikan izin ke arah komersial pada awal tahun 1990. Internet mempunyai pertumbuhan yang sangat baik dan sangat pesat saat ini. Data statistik yang didapat menunjukkan hal-hal berikut.
  • Sekitar 4,8 juta host sudah terkoneksi di akhir tahun 1994.
  • Populasi 30 juta pengguna (1995).
  • Pertumbuhan 10% tiap bulan.
  • Seratus juta pengguna pada tahun 1998, diperkirakan tahun 2015 semua orang akan terhubung ke internet.
  • E-mail mendominasi 75% hubungan bisnis.

Koneksi Internet

Untuk dapat melakukan koneksi ke internet, secara umum langkah-langkah yang perlu disiapkan adalah:
  • Siapkan seperangkat PC.
  • Modem (Modulator Demodulator).
  • Koneksi ke internet melalui penyedia Iayanan akses internet atau ISP (Internet Service Provider).
1. Pengertian Modem Sebelum melakukan instalasi modem sebaiknya kita perlu tahu dulu apa yang disebut dengan modem. Modem singkatan dari Modulator Demodulator yang berfungsi untuk mengonversi data digital menjadi data analog dari komputer pengguna ke komputer server melalui jalur telepon, dan sebaliknya.
Gambar 1 : Ilustrasi kerja koneksi internet. Modem dial up dapat dibagi menjadi 2 jenis, yaitu:
  • Modem Eksternal
Biasanya dilengkapi dengan panel (LED atau LCD) untuk menampilkan informasi aktivitas modem. Panel ini berguna untuk membantu mendeteksi permasalahan yang terjadi. Modem jenis ini tidak menggunakan slot di dalam komputer dan dapat dinyalakan atau dimatikan secara terpisah dari komputer. Modem ini mudah dipindah-pindahkan, misalnya modem eksternal yang sama dapat digunakan untuk komputer desktop ataupun laptop. Modem ini aman digunakan untuk daerah yang rawan petir.
Gambar 2 : Modem Eksternal.
  • Modem Internal
Modem internal biasanya berharga lebih murah karena tidak memiliki case dan power supply terpisah. Modem ini mudah dipasang pada slot motherboard. Posisi modem ini berada di dalam komputer sehingga dapat mencegah orang lain untuk bertindak iseng terhadap perangkat ini. Pengguna modem ini dapat menghemat tempat untuk ruang komputernya, dan juga menghemat biaya untuk membeli kabel serial karena modem ini tidak memerlukan kabel yang semrawut.
Gambar 3 : Modem Internal.
2. lnstalasi Modem
Tahap berikutnya adalah melakukan instalasi modem. Penginstalan modem ke komputer dibutuhkan agar kedua mesin ini mampu bekerja sama. Baca buku petunjuk instalasi modem yang diikutsertakan dalam setiap pembelian.
a. Pemasangan modem ekstemal Pemasangan modem eksternal lebih mudah dilakukan dibanding pemasangan modem intemal, karena tidak direpotkan oleh proses buka tutup casing komputer, hanya membutuhkan obeng minus dan kabel modem. Ketika membeli modem, kamu mungkin harus mempersiapkan sendiri kabel modem yang sesuai dangan jenis COM port yang ada di komputer karena modem dan kabelnya dijual terpisah. Ikuti Iangkah-Iangkah berikut untuk memasang modem eksternal pada komputer.
  • Pastikan komputer telah dimatikan. Pasangkan salah satu konektor kabel tersebut ke modem dan konektor satunya lagi ke port COM yang terletak di bagian belakang komputer. Pastikan bahwa kabel tersebut telah terpasang dengan balk dan kencangkan baut yang terletak di sisi konektor kabel tarsebut dengan obeng.
  • Lalu sambungkan modem ke sambungan telepon dengan menggunakan kabel telepon yang telah dipasangkan RJ-11 ke konektor yang bertuliskan “line” yang tertera di modem. Jika ingin menggunakan telepon, sambungkan pula konektor pada modem yang bertuliskan “phone” ke telepon dangan menggunakan kabel telepon sejenis.
  • Jangan lupa pasangkan konektor adaptor ke modem, lalu sambungkan adaptor ke konektor listrik.
  • Sakarang nyalakan komputer dan modem. Apabila lampu modem bekerja/berkedip, software siap untuk diinstal. Jika modem tidak bekerja, coba periksa kembali semua sambungan. Jika kabel ke modem telah terpasang dengan baik, kerusakan mungkin terjadi pada modem atau kabel, bukan pada sambungannya.
  • Pada saat instalasi software untuk modem, ikuti perintah yang ada di layar monitor. Tentukan port COM tempat modem, terpasang (COM 1, COM 2, dan sebagainya). Apabila modem tersebut memiliki features plug-and-play, sistem operasi Windows akan langsung dapat mengenali konfigurasinya ketika proses instalasi berlangsung.
Gambar 4 : RJ11-konektor kabel telepon
b. Pemasangan modem internal Proses memasang modem internal dapat menjadi sangat mudah atau menjadi hal yang sangat menakutkan. Modem internal merupakan kartu yang dipasang di dalam komputer. Pemasangan modem ini lebih sulit daripada memasang modem eksternal. Berikut adalah langkah-|angkah memasang modem internal :
  • Matikan komputer, cabut kabel power-suppIy dari konektor listrik, dan buka tutup casing komputer.
  • Pilih slot kosong untuk menancapkan modem tersebut. Pada umumnya modem menggunakan slot 8-bit dan 16-bit yang dapat dipasang pada slot ISA. Sedangkan modem model terbaru menggunakan slot 64-bit dan dapat dipasangkan pada slot PCI (kecuali untuk modem jenis terbaru yaitu AMR (Audio Modem Riser) yang menggunakan slot khusus).
  • Lepaskan besi penutup slot yang ada di bagian belakang casing komputer. Jika menggunakan baut gunakan obeng yang sesuai dan simpan baut tersebut.
Garnbar 5 : Modem internal AMR (Audio Modem Riser).
  • Keluarkan modem dari dalam bungkusannya dengan hati-hati. Pasangkan modem ke dalam slot yang tersedia serta pastikan telah terpasang dengan baik.
  • Kencangkan baut untuk menahan modem supaya kokoh.
  • Sekarang sambungkan kabel dari terminal telepon ke ”line” · pada modem. jika ingin menggunakan telepon, sambungkan pula konektor pada modem yang bertuliskan “phone” ke telepon.
  • Sambungkan kembali semua kabel pada komputer dan nyalakan komputer. Jika instalasi hardware telah dilaksanakan, dapat dilanjutkan menginstal driver beserta software modem tersebut agar komputer mengenali perangkat yang baru saja ditambahkan.
3. Pemasangan Modem di Windows XPBerikut dijelaskan langkah-langkah pemasangan modem pada Windows XP.
  • Nyalakan komputer sesuai dengan prosedur yang ada.
  • Windows XP akan mendeteksi adanya modem pada komputer secara otomatis .
  • Akan muncul kotak dialog Found New Hardware Wizard
Gambar 6 Windows mendeteksi keberadaan hardware baru.
  • Kemudian muncul tampilan Gambar 7.
  • Pilih Install the software automatically (Recommended). Tapi pastikan bahwa CD atau floppy software pendukung sudah masuk pada drive.

SUMBER :  http://kkpismkgondang.wordpress.com/materi-kelas-x/mengoperasikan-web-browser-operasi/